Perkembangan urusan negara harian senantiasa menjadi arena pertarungan kekuatan yang memengaruhi tujuan kebijakan. Pemain utama, baik dari sektor eksekutif, legislatif, maupun yudikatif, terus menerus menunjukkan manuver untuk mengamankan posisi masing-masing, yang seringkali menghasilkan modifik